Hai guru sahabat Educa, tahukan Anda bahwa pendekatan dalam pembelajaran perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi. Karena perkembangan zaman dan teknologi akan mempengaruhi dan mengubah karakter anak. Lev Vygotsky ( pakar pendidikan dari Rusia) berkata, "Children grow into the intellectual life of those around them," Pakar pendidikan ini sangat menekankan akan pentingnya perhatian pada metode mengajar yang sesuai dengan karakter siswa, agar siswa mendapatkan pengalaman belajar menyenangkan dan mudah diterima atau dipahami. Baca juga:TINGKATKAN MINAT BACA Anak 4-5 Tahun dengan Pendekatan DEEP LEARNING Pendekatan deep learning sangat sesuai dengan karakter anak zaman sekarang di mana mereka bisa mendapatkan akses informasi secara cepat, akrab dengan perangkat digital, semakin kritis, eksploratif, dan sensitif. Pendekatan Deep Learning dibutuhkan karena mendorong eksplorasi, pemecahan masalah, dan keterlibatan aktif siswa saat pembelajaran. Kurikulum deep learning dan kebutuhan anak didik masa kini Pada zaman dahulu, pengetahuan sangat berbasis pada teori. Saat guru menyampaikan siswa akan cenderung lebih fokus, karena kebutuhan siswa akan ilmu pengetahuan sangatlah tinggi. Berbeda dengan karakter siswa di zaman sekarang, di mana mereka bisa belajar dimanapun dan kapan pun. Mereka mendapatkan aneka ilmu pengetahuan dengan berbagai cara. Hal inilah yang kadang membuat siswa cenderung cepat merasa bosan bila ilmu pengetahuan mereka dapatkan hanya dengan metode mendengarkan “ceramah”. Beberapa poin penting lainnya adalah siswa di zaman sekarang cenderung tertarik pada pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman nyata, aplikatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Siswa zaman now juga sangat tertarik dengan tantangan, apresiasi, dan ada unsur gamifikasi (karena mereka juga akrab dengan hal-hal berbau gim. Peran Guru PAUD dan SD dalam Menyesuaikan Pembelajaran Sebagai pendidik, guru PAUD dan SD perlu menyesuaikan metode pengajaran agar selaras dengan karakter anak didik zaman sekarang. Berikut beberapa hal yang bisa diterapkan: 1. Membantu siswa dalam mengelola emosiSiswa membutuhkan pendampingan dalam mengenali emosi, serta cara mengolahnya. Guru perlu peka saat emosi siswa terasa sudah di luar kewajaran. Biasanya hal ini ditandai dengan suasana kelas yang mulai tidak teratur. Bila hal ini terjadi, berikan waktu kepada siswa untuk duduk tentang serta membawa mereka pada kesadaran penuh (mindful) bahwa mereka sedang berada di sekolah dan harus bisa mematuhi aturan di sekolah agar bisa berkonsentrasi dengan baik. Baca juga:Kenalkan Aneka Emosi ke Anak, Ternyata Manfaatnya Luar Biasa 2. Aturan atau kesepakatan yang jelas Guru perlu menjelaskan aturan yang jelas sebelum pembelajaran dimulai. Berikan kesempatan pula kepada siswa tentang hal-hal penting yang perlu disepakati bersama agar pembelajaran berlangsung dengan tertib dan tercipta keseimbangan antara keleluasaan bereksplorasi dan disiplin yang baik. Baca juga:Mendisiplinkan Kelas dengan Kesepakatan, Konsekuensi, dan Reward 3. Guru sebagai fasilitatorPeran guru tidak hanya mentransfer ilmu. Namun, guru juga berperan menjadi fasilitator yang membimbing siswa dalam melakukan kegiatan eksploratif dan memecahkan masalah. Metode apa yang disukai siswa di zaman sekarang? Siswa di zaman sekarang tergolong dalam generasi Alpha, adalah generasi digital-native yang kritis, cepat beradaptasi, visual, eksploratif, kolaboratif, dan membutuhkan dukungan serta pembelajaran interaktif. Guru perlu belajar mengembangkan diri agar bisa memberikan metode pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan ciri khas mereka yaitu: Metode gamifikasiPembelajaran yang berorientasi pada gim, misalnya tebak-tebakan, bermain kuis dengan media digital, dan aneka kegiatan interaktif lainnya. Dalam dunia gim, pemain bisa mendapatkan reward. Berikan apresiasi berupa stiker atau penghargaan simpel lainnya untuk meningkatkan ketertarikan dalam pembelajaran. Metode belajar berbasis proyekAjak siswa membuat proyek membuat kolase alam, membuat poster, eksperimen sains, menanam tanaman, atau membangun maket sederhana dengan bimbingan interaktif. Berikan kesempatan pula kepada siswa untuk bisa melakukan aneka kegiatan ini secara bersama (kolaboratif). Metode presentasiAjak siswa untuk melakukan presentasi dengan berbagai kegiatan misalnya membaca puisi, bercerita, bermain peran, memperagakan gerak-lagu, dan lainnya. Media pembelajaran yang menarik berbasis digitalGunakan media yang menarik saat guru menjelaskan materi pembelajaran, misalnya dengan video pendek, media presentasi menarik, film, dan lainnya. Usahakan pula bahwa media-media tersebut bisa diakses oleh siswa di rumah dengan bimbingan orang tua. Baca juga:19 Variasi Metode Bermain PAUD & TK Berbasis Teknologi yang Anak Sukai Ayo, jadikan pembelajaran sebagai pengalaman yang menyenangkan bagi siswa. Saat siswa merasa senang rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, dan kepercayaan dirinya pasti juga akan semakin berkembang. "Education is not preparation for life; education is life itself," kata John Dewey (pakar pendidikan dari AS). Marbel TK & PAUD: Jadikan Gim sebagai Pengalaman Menarik dalam Belajar Sumber referensi: Freepik.com. (2024). Happy kids elementary school [1]
Hai para guru sahabat Educa, Modul Ajar Harian untuk PAUD usia 4-6 tahun dengan pendekatan Deep Learning ini mengajak anak didik bertamasya ke Kebun Raya sambil mengenal berbagai jenis tanaman. Melalui kegiatan ini, anak-anak juga belajar tentang keanekaragaman tanaman dan pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan pembelajaran dengan tema atau topik “Pergi ke Kebun Raya” bisa dilakukan dalam 1 atau 2 pertemuan. Koleksi LKA Gratis dari Educa Studio tema Tanaman dan Tema Lengkap Lainnya Tujuan pembelajaran dari materi ini adalah agar anak dapat mengenal berbagai jenis tumbuhan di Kebun Raya, menyebutkan manfaat tanaman bagi kehidupan, mengekspresikan pengalaman tamasya melalui gambar atau cerita, serta berinteraksi dengan teman dan guru dengan sopan selama kegiatan. Berikut ini adalah urutan kegiatan pembelajaran dari materi ini: A. Kegiatan pembelajaran 1. Kegiatan pembuka (30 Menit) Guru mengajak anak didik menonton video tentang kebun raya, lalu berdiskusi tentang apa itu kebun raya. Kemudian, anak didik diajak bernyanyi bersama lagu "Lihat Kebunku" untuk membangkitkan semangat anak didik. Anak didik menjelaskan pengertian “Kebun Raya” menurut pengetahuan mereka sendiri. Baca juga:Tugas PROYEK SEDERHANA untuk PAUD / TK TEMA TANAMAN 2. Kegiatan inti pilihan (60 Menit) Pada kegiatan inti, guru bisa mengajak anak didik melakukan aneka kegiatan pilihan berikut ini: Menjelajah Kebun Raya: Anak didik bermain peran sebagai “penjelajah Kebun Raya” dengan mengamati bentuk, warna, dan ukuran berbagai tanaman di kebun sekolah. Mereka mencium aroma daun/bunga, merasakan tekstur dengan tangan, lalu menggambar tanaman yang paling menarik bagi mereka. Beraktivitas dengan tema "Petani yang Rajin": Anak didik menanam biji atau bibit tanaman dalam pot mini, lalu menyiramnya dengan air. Mereka diajak merawat tanaman tersebut dan mengamati pertumbuhannya dari hari ke hari. Mencetak bentuk motif daun: Anak didik memilih daun dengan bentuk unik, lalu mencetaknya di kertas menggunakan cat air atau krayon. Setelah itu, mereka membandingkan hasil cetakan dan mendiskusikan perbedaan bentuk serta pola urat daun. Eksperimen mini air dan daun: Anak didik membandingkan daun yang berbeda dengan meraba, mencium, dan merasakan bentuknya. Mereka mencoba meneteskan air di atas daun untuk melihat apakah air meresap atau mengalir, lalu mendiskusikan hasilnya. Mendengarkan suara alam via audio: Anak didik duduk diam sejenak untuk mendengarkan suara daun yang tertiup angin, kicauan burung, atau suara serangga. Setelah itu, mereka menirukan suara-suara tersebut dengan suara mereka sendiri atau alat musik sederhana. Baca juga:Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik: Tanaman Buah, Manfaat Tumbuhan Permainan tebak-tebakan tentang tanaman atau bagian tanaman: Guru memberi petunjuk tentang sebuah tanaman. Anak didik menebak tanaman yang dimaksud dan mencari tanaman serupa di sekitar mereka. Merangkai bunga: Anak didik memilih berbagai bunga, dahan, ranting, daun, akar, dan bagian tanaman lain yang tersedia, lalu menyusunnya menjadi rangkaian sederhana. Setelah itu, mereka mempresentasikan hasil kerja di depan kelas. Membuat kolase daun "Seni dari Alam": Anak didik mengumpulkan berbagai jenis daun kering, lalu menempelkannya di kertas untuk membuat kolase berbentuk pohon atau hewan. Mereka kemudian membandingkan hasil karya satu sama lain dan menceritakan tentang daun yang mereka gunakan. Membuat mahkota daun: Anak didik mengumpulkan daun beragam bentuk, lalu menempelkannya pada kertas atau pita untuk dijadikan mahkota. Setelah selesai, mereka mengenakan mahkota dan bermain peran sebagai raja atau ratu hutan yang menjaga tanaman. Baca juga:Modul Ajar dan RPPH Tema / Topik: Tanaman Hias, Belajar Tumbuhan untuk PAUD 3. Kegiatan akhir / refleksi (30 Menit) Anak didik bercerita tentang pengalaman mereka selama kegiatan, sementara guru memberikan pujian dan umpan balik positif. Kegiatan ditutup dengan doa dan lagu penutup. Baca juga:Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik Bunga, Tumbuhan Guru PAUD sahabat Educa, Kurikulum deep learning dalam pembelajaran tema Kebun Raya memungkinkan anak didik untuk belajar secara mendalam melalui pengalaman langsung dan eksplorasi nyata. Dengan pendekatan ini, anak tidak hanya mengenal berbagai jenis tanaman, tetapi juga memahami manfaatnya serta membangun keterampilan berpikir kritis, sosial, dan emosional. Melalui kegiatan yang interaktif dan menyenangkan, anak-anak semakin termotivasi untuk menjaga lingkungan dan menghargai keanekaragaman hayati sejak dini. Marbel TK dan PAUD: Teman Belajar dan Bermain Si Kecil
Ayah Bunda Sahabat Educa, Pendekatan Deep Learning dalam meningkatkan kegemaran membaca si Kecil usia 4-5 tahun berfokus pada pembelajaran yang mendalam, bermakna, dan berbasis pengalaman. Pada usia ini, si Kecil belajar melalui eksplorasi, interaksi, dan stimulasi sensorik yang kaya. Oleh karena itu, Ayah Bunda dapat menerapkan strategi pembelajaran yang menarik, menyenangkan, serta mendorong si Kecil untuk berpikir dan berimajinasi. Baca juga:5 Hal Yang Perlu Dihindari Saat Mengajari Si Kecil Membaca Ayah Bunda Saabat Educa, berikut ini adalah contoh kegiatan yang akan memberikan pengalaman belajar lebih mendalam: 1. Membaca Interaktif dan Menyenangkan Pilih buku bergambar dengan warna dan ilustrasi yang menarik. Bacakan cerita dengan intonasi, ekspresi wajah, dan suara tokoh yang berbeda agar si Kecil lebih terlibat. Ajak si Kecil menebak alur cerita atau menunjuk benda yang disebut dalam buku. 2. Menghubungkan Cerita dengan Kehidupan Sehari-hari Setelah membaca cerita, tanyakan kepada si Kecil, “Pernahkah kamu mengalami hal seperti di cerita ini?” Misalnya, setelah membaca kisah tentang berbagi, ajak si Kecil untuk menceritakan pengalaman berbagi dengan teman atau saudara. Baca juga:Kembangkan Kemampuan Membaca Anak dengan Riri Cerita Anak Interaktif 3. Membaca Sambil Bermain dan Bergerak Gunakan kartu kata bergambar untuk mengenalkan kata-kata baru. Ajak si Kecil bermain peran sebagai tokoh dalam cerita, misalnya berpura-pura menjadi hewan atau karakter favoritnya. Buat permainan tebak kata dari buku yang sudah dibaca bersama. 4. Menggunakan Teknologi Secara Bijak Manfaatkan audiobook atau aplikasi membaca interaktif yang menarik bagi si Kecil. Sambil mendengarkan cerita, biarkan si Kecil melihat gambar atau mengikuti kata-kata dalam buku. Baca juga:MODUL AJAR MINGGUAN PAUD Topik HAPPY READING | Tumbuhkan Kecintaan MEMBACA Anak TK USia 5-6 Tahun 5. Membaca dalam Aktivitas Sehari-hari Libatkan si Kecil dalam membaca petunjuk sederhana, seperti mencari nama di label makanan atau membaca rambu-rambu jalan saat bepergian. Tempelkan kata-kata di sekitar rumah, seperti di meja, kursi, atau pintu, agar si Kecil terbiasa mengenali huruf dan kata. 6. Membuat Sudut Baca yang Nyaman dan Menarik Sediakan tempat khusus untuk membaca dengan rak buku yang mudah dijangkau oleh si Kecil. Biarkan si Kecil memilih sendiri buku yang ingin dibaca agar merasa lebih bersemangat. 7. Melibatkan Ayah Bunda dalam Membaca Jadikan membaca sebagai rutinitas keluarga, misalnya membacakan cerita sebelum tidur. Tanyakan kepada si Kecil tentang bagian cerita yang paling disukai atau apa yang bisa dipelajari dari cerita tersebut. Baca juga:10 METODE LAMA BELAJAR MEMBACA yang Sudah USANG! Ini ALTERNATIF Serunya 8. Mendorong Si Kecil untuk Berkreasi Ajak si Kecil menggambar atau mewarnai adegan dari cerita yang dibaca. Buat “buku cerita mini” bersama si Kecil dengan menempel gambar dan membiarkannya menceritakan kisahnya sendiri. Ayah Bunda Sahabat Educa, dengan pendekatan Deep Learning, membaca bukan hanya sekadar mengenali huruf dan kata, tetapi menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi si Kecil. Dengan keterlibatan aktif Ayah Bunda, si Kecil akan lebih mudah mencintai membaca dan menjadikannya bagian dari keseharian. MARBEL TK DAN PAUD: Media Bermain sambil Belajar Interaktif-Edukatif selama Bulan Ramadan buat Si Kecil Sumber referensi: 1. Freepik.com. (2024). Young asian family daughter happy using tablet home japanese mother father relax with little girl watching [1]
Anak didik di zaman sekarang dapat menyerap informasi dengan mudah dan cepat karena perkembangan teknologi dan akses yang luas. Namun, tidak semua informasi yang mereka terima dapat langsung dipahami dengan baik. Oleh karena itu, mereka perlu belajar cara memilah dan memilih informasi yang benar serta bermanfaat. Baca juga: Contoh PROSEM (Program Semester) 2 TK & PAUD sesuai Kurikulum Deep Learning 2025 Selain itu, anak didik juga harus memahami bagaimana menerapkan ilmu yang mereka pelajari dalam kehidupan nyata. Dengan begitu, mereka dapat menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk memecahkan masalah dan meningkatkan kualitas hidup sehari-hari. Deep Learning adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, bukan sekadar menghafal informasi. Dalam pendidikan, metode ini mendorong anak untuk berpikir kritis, mengeksplorasi, dan menghubungkan konsep secara bermakna. Dengan Deep Learning, anak didik dapat belajar melalui pengalaman, kegiatan praktik, pembiasaan, refleksi, dan interaksi aktif, sehingga ilmu yang diperoleh lebih tahan lama dan bermanfaat. Baca juga:Kurikulum DEEP LEARNING dan PENGEMBANGAN LITERASI untuk Anak PAUD Usia 4-6 Tahun Pendekatan Deep Learning dalam pendidikan PAUD dan SD penting karena memungkinkan anak-anak belajar secara lebih mendalam, bermakna, dan berkelanjutan. Berikut beberapa alasan mengapa pendekatan ini perlu diterapkan dan aneka contoh kegiatan praktis yang bisa diterapkan: Mendorong Pemahaman yang Lebih Mendalam Anak didik tidak hanya menghafal informasi atau pengetahuan, mereka juga akan diajak untuk memahami konsep secara lebih menyeluruh melalui kegiatan eksplorasi, pengalaman langsung, dan refleksi. Contoh aktivitasnya adalah: Percobaan ilmiah: Anak-anak mencoba mencampur air dan minyak untuk memahami konsep benda yang tidak dapat bercampur, lalu mendiskusikan hasilnya. Menceritakan gambar: Anak-anak diberikan serangkaian gambar tanpa teks, lalu diminta menyusun cerita sendiri berdasarkan urutan gambar untuk melatih pemahaman dan kreativitas. Baca juga:Kurikulum DEEP LEARNING di PAUD: Apa Cirinya dan Contoh Aktivitasnya? Bagaimana Penerapannya? Meningkatkan Keterlibatan dan Motivasi Belajar Deep Learning melibatkan metode pembelajaran yang lebih interaktif, seperti bermain peran, eksperimen, diskusi, dan proyek kolaboratif, sehingga membuat belajar lebih menyenangkan dan bermakna bagi anak. Contoh aktivitasnya adalah: Proyek membuat miniatur lingkungan: Anak didik bekerja dalam kelompok untuk membuat miniatur desa, kota, atau pantai menggunakan bahan daur ulang, sehingga mereka belajar sambil berkreasi. Eksplorasi alam di luar kelas: Guru mengajak anak didik mengamati tanaman, serangga, atau awan di lingkungan sekitar, lalu mendiskusikan temuan mereka untuk meningkatkan rasa ingin tahu dan keterlibatan dalam belajar. Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kreatif Dengan pendekatan ini, anak-anak diajak untuk menghubungkan informasi, menyelesaikan masalah, dan menemukan solusi secara mandiri. Contoh aktivitasnya adalah: Memecahkan tantangan puzzle: Anak didik diberikan teka-teki atau puzzle bergambar dan diminta mencari cara menyusunnya dengan mencoba berbagai kemungkinan. Bermain peran (role-playing): Anak didik berperan sebagai tokoh dalam suatu cerita dan diminta mencari solusi atas masalah yang dihadapi karakter tersebut, seperti bagaimana menolong teman yang kesulitan. Baca juga:MUDAH Memahami Pembelajaran yang MINDFUL, MEANINGFUL, dan JOYFUL di KURIKULUM PAUD DEEP LEARNING Memanfaatkan Teknologi dan Inovasi dalam Pembelajaran Dengan dukungan teknologi, seperti media interaktif dan simulasi, anak-anak dapat lebih mudah memahami konsep abstrak dan mengembangkan keterampilan abad ke-21 sejak dini. Contoh aktivitasnya adalah: Belajar dengan media aplikasi gim: Anak didik menggunakan aplikasi permainan edukatif di tablet atau komputer untuk mengenal huruf, angka, atau konsep sains dengan cara yang menyenangkan. Menonton video simulasi edukatif: Anak didik menyaksikan video animasi atau simulasi interaktif tentang fenomena alam, seperti siklus air atau pergerakan planet, untuk membantu mereka memahami konsep abstrak dengan lebih jelas. Usai menonton, anak didik bisa diajak berdiskusi Membantu Pembentukan Karakter dan Soft Skills Anak didik belajar nilai-nilai seperti kerja sama, empati, kemandirian, dan tanggung jawab karena mereka terlibat dalam pembelajaran berbasis pengalaman dan refleksi. Contoh aktivitasnya adalah: Bermain peran bertema kehidupan sosial: Anak didik berlatih menjadi teman yang baik dengan bermain peran dalam skenario seperti menolong teman yang sedih atau berbagi mainan. Memberikan tugas harian sederhana: Anak didik diberikan tugas sederhana seperti merapikan mainan atau menyiram tanaman, sehingga mereka belajar tentang tanggung jawab dan kemandirian. Dengan menerapkan Deep Learning, anak-anak PAUD dan SD tidak hanya belajar untuk jangka pendek tetapi juga memperoleh keterampilan dan pemahaman yang dapat mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari. RIRI: Koleksi Cerita Anak Pembangun Karakter dengan Animasi Keren Sumber referensi: 1. Freepik.com. (2024). Portrait student child girl studying library_3737786 [1]
Pelangi adalah fenomena alam yang indah dan penuh warna, menjadikannya topik menarik untuk pembelajaran anak usia 4-6 tahun. Dalam tema cuaca, pelangi dapat digunakan untuk mengenalkan konsep warna, sains sederhana, serta keajaiban alam melalui pengalaman yang menyenangkan. Contoh Modul Ajar Mingguan (RPPM) ini dirancang untuk membantu guru PAUD dan TK mengintegrasikan metode deep learning dalam aktivitas belajar selama satu minggu. Modul Ajar PAUD / TK Selengkapnya Ada di Sini 1. Senin: Mengenal Pelangi dan Warnanya Aktivitas pengenalan pelangi: Guru mengajak anak menonton video atau menceritakan dongeng tentang pelangi, seperti legenda atau fabel Diskusi: Guru mengajak anak didik berdiskusi tentang film atau cerita bertema pelangi dan bermain quiz Belajar warna pelangi: Guru menyiapkan kartu yang mewakili warna-warna pelangi untuk mengenalkan warna-warna pelangi (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu) Mewarnai gambar pelangi: Guru mengajak anak didiknya mewarnai gambar pelangi. 2. Selasa: Eksperimen Pelangi Mengamati langit: Guru mengajak anak ke luar kelas, mengamati langit, dan menjelaskan apa yang terjadi bila sinar matahari mengenai tetesan air yang sedang turun Eksperimen pelangi dengan semprotan air: Anak melakukannya di luar ruangan di bawah sinar matahari Membuat pelangi buatan: Dengan media gelas berisi air yang disinari dengan senter, anak didik diajak mengamati bentuk pelangi di dalam gelas (dengan proses pembiasan). Menyanyikan lagu Pelangi. Baca juga: Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik : Mengenal Angin, Cuaca - Kurikulum Merdeka Belajar 3. Rabu: Berkreasi Craft Membuat Bentuk Pelangi Mengamati bentuk pelangi: Anak didik menonton film yang menunjukkan bentuk pelangi, lalu mendengarkan penjelasan guru Tebak warna pelangi: Anak didik menebak pertanyaan guru tentang warna pelangi Bermain puzzle: Anak didik menyusun kepingan puzzle dari mainan puzzle berbahan kertas karton (buatan sendiri) Melukis pelangi: Anak didik melukis pelangi menggunakan cat air atau krayon Kolase warna: Anak didik membuat pelangi dari potongan kertas warna-warni, kain flanel, atau bahan daur ulang Pelangi berbahan kertas origami: Anak didik menggunting dan menempel bentuk pelangi, matahari, dan awan. Baca juga: Modul Ajar & RPPH PAUD - TK, Topik : Mengenal Aneka Cuaca, Alam Semesta - Kurmer Usia 4-5 Tahun 4. Kamis: Ayo Berkompetisi tentang Pelangi Melompat ke warna pelangi: Anak didik melompat dari bulatan berbahan kertas berwarna merah menuju warna jingga, dan seterusnya (sesuai urutan warna pelangi) Mengumpulkan bola warna pelangi: Anak didik mengambil bola mulai dari yang berwarna merah (dari kumpulan bola warna-warni), dan memberikannya ke teman satu tim. Lalu, mengambil warna jingga, dan seterusnya (sesuai urutan warna pelangi) Mengambil warna: Guru melemparkan potongan pita berwarna-warni sambil berkata, “Ambil warna merah”. Lalu, anak didik mengambilnya, dan melanjutkannya dengan meminta anak didik mengambil warna pelangi selanjutnya Mencari harta karun: Anak didik mencari potongan kertas berwarna-warni. Bila menemukannya, mereka harus menempelkan di atas kertas agar membentuk pelangi dan sesuai dengan urutan warnanya Bernyanyi lagu Pelangi: Anak didik secara berkelompok menyanyikan lagu Pelangi (bisa dengan gerakan kreasi sendiri). 5. Jumat: Pentas Gerak Lagu Pelangi Melatih lagu Pelangi: Guru melatih anak didik agar bisa menyanyikan lagu Pelangi Mengajarkan gerakan lagu Pelangi: Guru mengajak anak didik belajar gerak lagu Pelangi Membuat dekorasi panggung: Anak membuat dekorasi panggung bertema pelangi bersama guru Pentas gerak lagu Pelangi: Anak bernyanyi lagu pelangi di atas panggung dengan gerak / tarian (bisa mengundang orang tua) Display karya anak: Dalam pentas tersebut, anak didik bersama guru dapat menampilkan aneka karya bertemakan pelangi. Baca juga: Modul Ajar & RPPH PAUD / TK Tema : Perbedaan Musim Hujan dan Kemarau - Anak Usia 2-3 Tahun Aktivitas belajar tentang pelangi memberi pengalaman yang menarik, menyenangkan dan bermakna bagi anak usia dini. Lewat berbagai kegiatan kreatif dan eksplorasi, mereka tidak hanya akan mengenal warna dan fenomena alam, tetapi juga mengembangkan beragam aspek kecerdasan serta keterampilan anak. Dengan pendekatan yang menarik, pelangi menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan keajaiban alam dan keindahan dunia kepada anak-anak. MARBEL Pelajaran TK dan PAUD: Media Bermain Belajar Terlengkap untuk Anak Sumber referensi: 1. Littlehandslearning.co.uk. (2024). Rainbeforerainbows [1]2. Twinkl.ie. (2024). Rain before rainbow [2]
Contoh Program Semester 2 atau Prosem Genap sesuai Kurikulum Deep Learning dengan topik cuaca, tanaman, alat transportasi, profesi, dan alam semesta ini, bisa menjadi panduan dalam membuat Modul Ajar atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), khususnya bagi guru yang mengampu anak didik usia 4-6 tahun. Berikut contohnya: Silakan menyimak artikel lain tentang Modul Ajar (Lengkap dan Tematis) A. Identitas Program Nama Lembaga: ________ Semester: : 2 Tahun Ajaran: ________ Usia Anak: 4-6 Tahun Pendekatan: Kurikulum Deep Learning B. Pembagian Topik dan Sub-topik Januari: Siswa belajar tentang aneka cuaca, yaitu cerah, hujan, badai, dan berawan Februari: Siswa belajar tentang bagian tanaman, jenis tanaman, dan cara merawatnya Maret: Siswa belajar tentang aneka alat transportasi (darat, air, udara) April: Siswa belajar tentang ragam profesi atau cita-cita dan tugas setiap profesi Mei: Siswa belajar tentang benda angkasa dan cara merawat alam semesta. Baca juga: 10 Persiapan Guru PAUD / TK Awal Semester: Penting, Agar Makin Optimal dalam Mengajar C. Tujuan Pembelajaran Memperkuat pemahaman tentang materi dan konsep sesuai topik yang dibahas Mengembangkan kemampuan kognitif melalui aksi nyata, eksplorasi, dan eksperimen Mengembangkan kecerdasan seni melalui kegiatan seni dan kreativitas Mengembangkan kemampuan sosial-emosional melalui kerja kelompok dan aksi nyata Menanamkan nilai-nilai moral dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan refleksi. D. Kegiatan Pembelajaran 1. Topik cuaca Sub Topik : hujan, awan, pelangi Belajar hujan- Bermain air dan hujan buatan- Membuat kreasi gambar hujan dengan cat air. Belajar awan- Membuat awan dari kapas- Eksperimen awan dengan uap. Belajar pelangi- Mewarnai pelangi- Eksperimen pelangi dengan gelas air. Baca juga: 15 Ide Cara Upgrade Skill Guru PAUD Saat Liburan, Agar Makin Siap Di Awal Semester 2. Topik tanaman Sub Topik: kebun rumahku, tanaman buah, tanaman sayur Belajar kebun rumahku- Menanam benih dalam pot- Mengenal tanaman dengan sensori. Belajar buah-buahan- Menanam pohon buah mini- Mengenal buah dengan sensori. Belajar sayur mayur- Membuat salad sayur- Bermain mengelompokkan sayur. 3. Topik alat transportasi Sub Topik: alat transportasi darat, air, dan udara Belajar alat transportasi darat- Permainan kendaraan darat- Mengenal suara kendaraan. Belajar alat transportasi air- Bermain kapal-kapalan- Membuat perahu kertas origami. Belajar alat transportasi udara- Eksperimen membuat pesawat dan memainkannya- Membuat kreasi balon udara. Baca juga: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tema Rekreasi, Subtema Alat Transportasi untuk PAUD 4. Topik profesi atau pekerjaan Sub-topik: profesi atau cita-cita dan peralatan untuk bekerja Belajar tentang cita-cita- Bermain peran profesi- Diskusi Kelompok. Belajar peralatan untuk bekerja- Bermain peran- Bermain dengan mainan berbentuk alat-alat bekerja. Baca juga: Modul Ajar dan RPPH PAUD - TK, Topik : Menggapai Cita-Cita - Subtopik : Profesi Orangtuaku - Kurikulum Merdeka Belajar 5. Topik alam semesta Sub Topik: bulan, bintang, matahari, dan angin Belajar bulan dan bintang- Membuat kartu belajar- Membuat kreasi pemandangan di malam hari. Belajar matahari- Membuat kreasi berbentuk matahari- Beraktivitas di pagi yang cerah. Belajar angin- Mengamati gerakan angin- Membuat baling-baling kertas. Baca juga: Modul Ajar & RPPH PAUD - TK, Topik : Mengenal Aneka Cuaca, Alam Semesta - Kurmer Usia 4-5 Tahun E. Penilaian Observasi: mengamati sikap anak saat mengikuti kegiatan, misal kemampuan kerja sama, keaktifan, mengontrol emosi, menerima perbedaan, dan lainnya Portofolio: penilaian produk atau hasil karya seperti gambar, LKA, model, atau laporan sederhana Refleksi: hasil diskusi dengan anak mengenai apa yang telah dipelajari (bisa melibatkan orang tua) F. Jadwal Pembelajaran Tiap sub-topik dipelajari selama 1 minggu atau 5 hari pembelajaran, dengan pendekatan tematik terpadu, mengintegrasikan aspek kognitif, motorik, sosial-emosional, juga karakter. Program semester 2 ini dirancang untuk membantu anak memahami dunia melalui eksplorasi yang menyenangkan dan bermakna. Dengan pendekatan tematik yang terpadu, anak-anak diharapkan makin kreatif, aktif, serta berkarakter. Prosem genap berbasis kurikulum deep learning akan memberikan kesempatan bagi anak didik, untuk mempelajari materi secara mendalam dan reflektif. Semoga tiap pembelajaran yang dilakukan bersama anak didik, dapat memberik pengalaman yang inspiratif, bermakna, dan tidak terlupakan bagi anak-anak. Ajak Si Kecil bermain Marbel TK dan PAUD untuk Kembangkan Aneka Keterampilan Dasar\ Sumber referensi: 1. Freepik.com. (2024). Woman creating their own vision board [1]